Tentangmu (Palestina)

karena angin yang lebam pun
tak akan cukup mampu menakar berapa
halaman malam yang kau bawa tanpa
tidur yang nyaman, secawan senyuman, juga dian-dian
yang dulu pernah
membasuh gegaris teriakan
dan aku semakin tahu
telapak tangan yang terbentang pada
kejam hujan yang tajam
telah menjadi hal yang lamur
kabur dari pasi wajah yang
tidak pernah mau menyudahi
betapa hari penuh luka
dan bibir yang menggigil

dalamnya matamu telah lelah
menggenggam segala
aral yang mungkin tak ‘kan pernah
kau temukan jawabannya di tubuh
jalanan itu, bukit-bukit, atau sekadar batu
karena semua telah menyatu
menasbihkan diri sebagai
sekian dari tak hingganya kesaksian
betapa darah adalah sebuah jawaban
dan azzam, ia tak ‘kan menjadi percuma

suatu waktu
jika tetap pada keyakinan satu
langit akan membuka
tirai wajahnya yang akan
menuntaskan titah-titah miliknya
melahirkan segenap pelangi dan cahaya
di wajahmu

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.