Untuk Kalian

Seperti keinginan yang dipertaruhkan pada

suatu malam. Aku mengenang diri

menjadi emas yang membusanai mimpi

yang akan terus saling melengkapi.

Kalianlah yang telah rencanakan itu pelan-pelan

di atas tempat tidur. Dan aku sangat ingin

menegakkan lima huruf ke dalam jantung

paling dalam. Pun empat huruf lain bagi relung

paling tulus yang telah membolehkanku

menanam satu ladang mimpi

di tengah kristal-kristal kecil yang jatuh

dari lepuh tubuh itu. Ingin aku

mendekap tak henti-henti. Barangkali bisa

dengan itu sedikit menggagalkan dingin.

Seperti gadis kecil, sengaja duduk di tepi

jalanan tadi dengan juntai tangan

menadahi hujan-hujan mungil yang tanggal

dari kedua sudut matanya. Waktu tergesa

menyadarkanku untuk mengejakan

sajak-sajak. Mengirimkan do’a-do’a

juga teduh ketika jiwa ini

di hadapkan pada renta air mata. Akulah

yang bahagia lelap di atas pepangkuan.

Sementara aku berpikir, seandainya bisa pertemukan

senyum-senyum itu pada mimpi yang telah

kujalin. Pada seseorang yang kelak

menghadiahi dengan gelak tawa anak-anak kami.

Pada tempat peristirahatan yang ditumbuhi

banyak wewangian dan rekah daun-daun hijau.

Mendekatkannya pada kiblat yang menjadi

keutamaan. Sebelum pusara. Sebelum

kematian menjadi jarak paling jauh

di antara bibir-bibir kita. Aku amat ingin.

2 Komentar

  1. bagus sekali.. semoga menjadi doa..


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.